Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Showing posts with label Pengetahuan. Show all posts
Tuesday, March 29, 2011

Karena senyum itu indah :P



    Sebuah ekspresi yang biasanya kita gunakan untuk menyatakan suasana hati yang gembira. Pancaran kegembiraan lewat sebuah senyum terbukti mampu mempengaruhi orang orang yang secara tidak sengaja tau sengaja melihat ekspresi senyum yang kita pancarkan. pengaruh yang dimaksud di sini bukan lah pengaruh negatif, tentunya pengaruh positif, contoh simple nya mungkin ketika kita berpapasan dengan seseorang tanpa sengaja kita saling bertatapan dan ia melempar sebuah senyum manis ke kita, mungkin ada 2 respon yang kita berikan, 1 kembali melempar senyum yang jauh lebih manis, atau kedua, tetap melepar senyum manis plus "berusaha dapetin nomer HP nya" ( dalam ksus beda gender ya...hahah)


    Senyuman yang sebenarnya adalah
    lengkungan bibir yang penuh, seperti yang telah disebutkan di atas Senyuman adalah bentuk terindah bahasa tubuh yang dapat dinikmati orang lain dari sebuah pribadi hati yang merona bahagia.. Senyum itu ga cmn satu jenis, mungkin kita lebih mengenal jenis senyum dari penjelasan beberap jenis senyum sebagai berikut : 




    1. Senyum Dengan Bibir Terkatup

    Kedua bibir terentang dengan kencang, membentuk garis lurus dan gigi tidak terlihat. Senyum jenis ini memberi kesan bahwa orang tersebut sedang menyimpan rahasia atau menahan pendapat yang tidak ingin Ia bagikan kepada orang lain. 

    2. Senyum Miring
    Senyuman jenis ini menunjukkan emosi yang berlawanan pada setiap sisi wajah. Senyum ini dianggap tidak lazim di dunia Barat dan biasanya dilakukan dengan sengaja. Makna dari senyum ini biasanya berarti sindiran atau sarkasme. 

    3. Senyum Dengan Rahang Terbuka
    Senyuman ini mengingatkanakan senyum khas mendiang Heath Ledger di film Batman, dalam perannya sebagai Joker. Dikehidupan nyata, banyak selebritas yang sering menggunakannya juga. Bahkan para calon anggota legislatif Indonesia pun tidak segan memajang senyum seperti ini pada foto kampanyenya yang terpampang pada poster-poster yang bertebaran. Makna dari senyuman ini sebenenarnya adalah untuk menyamapaikan reaksi bahagia kepada khalayak atau mencari dukungan. 

    4. Senyum Sambil Melirik Ke Samping dan Atas 
    Siapa pun yang terseyum dengan kepala sedikit ditundukkan ke bawah dan dipalingkan ke samping, mata melirik kea rah atas, dan tersenyum dengan bibir terkatup, maka orang ini akan tampak lebih muda seperti layaknya remaja, menggo dan menyimpan rahasia.

    Senyum pura-pura malu ini menjadi andalan mendiang Lady Diana dulu semasa hidupnya, selain itu ternyata jenis senyuman seperti ini menjadi favorit para pria. Karena senyum ini membangkitkan perasaan parental pria, sehingga mereka ingin melindungi dan menyayangi wanita. Senyum ini memang jurus terjitu untuk merebut hati orang dimana-mana.

    (http://www.hersmagz.com)

    Namun, jangn cepat cepat mengambil kesimpulan mengenai "Senyum", karna dari beberapa orang yang pernah saya temui, ternyata ada yang mengekspresika senyum sebagai wujud marah/kekesalan, agak sedikit aneh memang, mungkin hal ini mereka lakukan unutk meredam emosi agar tidak meluap. dan satu lagi jangn pernah mengambil kesimpulan apabila melihat orang sering sering senyum adalah orang yan jauh dari beban atau masalh, bisa aja yang anda  liat itu ORANG Gila...hahaahh..just kiding. Intinya SENYUM dapat mengalihkan kan Duniamu.,,hehe.

    Berusahalah untuk tetap senyum, pancarakan senyum indah mu kepada setiap orang, tapi jang senyum palsu,heheh semyum yang benar beanr berasal dari hati..mari tetap tersenyum dalam segala masalah dan beban yang kita hadapi, event sangat susah memang.


    Mari hadapi segala sesuatu dengan SENYUMAN.

    *NB : Jangan kebanyakan senyum ya nanti dikirain orang gila hohoohohoh
    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Saturday, February 26, 2011

Sakura (桜, 櫻)


    Sakura (, ) / Cherry Blossom 
    merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar awal April hingga akhir April.

    Sakura dapat terlihat di mana-mana di Jepang, diperlihatkan dalam beraneka ragam barang-barang konsumen, termasuk kimono, alat-alat tulis, dan peralatan dapur. Bagi orang Jepang, sakura merupakan simbol penting, yang kerap kali diasosiasikan dengan perempuan, kehidupan, kematian, serta juga merupakan simbol untuk mengeksperesikan ikatan antarmanusia, keberanian, kesedihan, dan kegembiraan. Sakura juga menjadi metafora untuk ciri-ciri kehidupan yang tidak kekal.

    Sakura terbagi menjadi beberapa jenis , yakni :
    §  Edohigan

    Edohigan adalah sakura yang mekar di Hari Ekuinoks Musim Semi dan bunganya paling panjang umur. Jenis-jenis lain yang serupa dengan edohigan adalah ishiwarizakura danyamadakashinyozakura yang termasuk pohon sakura yang dilindungi. Miharutakizakura adalah salah satu jenis edohigan yang rantingnya menjuntai-juntai, sedangkan yaebenishidare dikenal daun bunganya yang banyak dan warnanya yang cerah.
    §  Hikanzakura
    Hikanzakura atau disebut juga kanhizakura adalah sakura yang tersebar mulai dari wilayahTiongkok bagian selatan sampai ke Pulau Formosa. Kanhizakura banyak ditemukan tumbuh liar di Prefektur Okinawa. Bagi orang Okinawa, kata "sakura" sering berarti hikansakura. Pengumuman mekarnya bunga sakura di Okinawa biasanya berarti mekarnya hikanzakura. Di Okinawa, kuncup bunga hikanzakura mulai terbuka sekitar bulan Januari atau Februari. Di Pulau Honshu, hikanzakura banyak ditanam mulai dari wilayah Kanto sampai ke Kyushu dan biasanya mulai mekar sekitar bulan Februari atau Maret.

    §  Shidarezakura

    §  Fuyuzakura
    Fuyuzakura (sakura musim dingin) adalah jenis pohon sakura yang bunganya mekar sekitar bulan November sampai akhir bulan Desember. Onishimachi di Prefektur Gunma adalah tempat melihat fuyuzakura yang terkenal.
    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Saturday, February 19, 2011

Dampak yang terjadi jika film Hollywood ditarik

    Berikut hasil riset saya dan K' Ripper
    Jika Film Hollywood ditarik dari Indonesia
    Dampak yg terjadi itu antara lain :
    -Pertama:
    Bioskop Indonesia bakal sepi.
    -Kedua:
    Bioskop bakal dipenuhi mahkluk Alay Pribumi yang berselera film kampungan.
    -Ketiga:
    Film P**** bercover film horor akan merajalela di bioskop bioskop tanah air
    -Keempat
    Masyarakat menjadi kampungan dan ketinggalan film yang mendunia
    -Kelima
    Pembajak akan panen rejeki jika ini benar terjadi
    -Keenam
    Lembaga Sensor film Indonesia akan mendapatkan aksi protes lagi karena dianggap lalai menyensor film-film yang beredar
    -Ketujuh
    Label film menjadi R karena takut filmnya nggak laku


    Dampak Psychologis:

    -Pertama:
    Para pecinta film Hollywood akan menganggap pemerintah terlalu banyak mengatur perilaku dan gaya hidup masyarakatnya.
    -Kedua:
    Seperti point ke-5, semakin banyak pihak yang menganggap bahwa hal ini merupakan kesempatan besar dalam meraup rupiah melalui pembajakan film Hollywood.
    -Ketiga:
    Film lokal yang di dominasi film 'komedi nakal' dan film P**** yang berkedok Horror, akan berpengaruh buruk pada pihak yang menontonnya.
    -Keempat:
    Bangsa Indonesia berpotensi di anggap 'ketinggalan zaman' oleh negara lain.

    Dampak lain:

    -Pertama:
    Jika film lokal sepi peminat, maka akan menyebabkan kerugian materi pada bioskop yang berujung pada berkurangnya pendapatan pemerintah.
    -Kedua:
    Potensi bioskop untuk bangkrut semakin meningkat.
    -Ketiga:
    Pembelian film bajakan akan semakin meningkat sehingga menimbulkan kerugian bagi pemerintah. 


    SEKIAN DAN TERIMA KASIH
    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Tuesday, January 4, 2011

Cara membuat kacamata 3D sendiri

    Bahan :
    · Kertas mika warna BIRU (1 lembar)
    · Kertas mika warna MERAH (1 lembar)
    · Karton bekas (minimal 30x5 cm) / Kacamata bekas


    1. Gunting karton bekas berbentuk kacamata (terserah anda modelnya). Kalau punya kacamata bkas nggak usah buat kacamata dari kertas karton
    2. Ambil kertas mika warna BIRU lalu gunting membentuk seperti lubang kacamata yang anda buat tadi (Buat guntingan ini hingga 2 lembar).
    3. Ambil kertas mika warna MERAH lalu gunting membentuk seperti lubang kacamata yang anda buat tadi (Buat guntingan ini hingga 6 lembar).
    4. Pasang mika BIRU pada lubang kacamata pada mata sebelah KANAN.
    5. Pasang mika MERAH pada lubang kacamata pada mata sebelah KIRI.
    6. (teliti lagi prosedur di atas agar tidak terjadi kesalahan)









    kalau mau lebih simple download video ini saja nggak berat kok + jadi awet dikoputer anda sendiri




    Contoh Film buat kacamata diatas. seperti nyata kesannya







    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Tuesday, December 14, 2010

Tugas IPS

    1. Kelangkaan ekonomi
    (Pengertian Kelangkaan menurut Ilmu Ekonomi) – Apa yang terbersit di benak kalian ketika mendengar istilah kelangkaan? Apakah mengenai hilangnya kedelai di pasaran? Ataukah mengenai minyak tanah atau elpiji yang mendadak lenyap di pasar sehingga membuat banyak ibu-ibu/bapak-bapak harus mengantri di penyalur-penyalur minyak tanah atau elpiji?Kedua contoh di atas menggambarkan bentuk kelangkaan. Manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak pernah ada puasnya. Kebutuhan manusia beraneka ragam dan terus-menerus ada. Hari ke hari kebutuhan manusia semakin bertambah banyak baik jumlah, mutu, dan coraknya. Pertambahannya itu tidak sebanding dengan sumber daya yang tersedia. Oleh karena itu, akan ada sebagian orang yang tidak mendapatkan alat pemuas kebutuhan yang diinginkan, entah karena tidak mampu mengeluarkan pengorbanan yang disyaratkan (biaya tidak terjangkau) atau karena barang sudah habis.
    Kondisi di atas dapat disebut sebagai kelangkaan. Jadi kelangkaan dapat diartikan situasi atau keadaan di mana jumlah sumber daya yang ada dirasakan kurang atau tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan manusia.
    Menurut ilmu ekonomi, kelangkaan mempunyai dua makna, yaitu:
    a. terbatas, dalam arti tidak cukup dibandingkan dengan banyaknya kebutuhan manusia.
    b. terbatas, dalam arti manusia harus melakukan pengorbanan untuk memperolehnya.

    Perilaku Produsen dan konsumen

    Konsumen memiliki dua tipologi dalam mengambil keputusan, pertama keleluasaan dalam pengambilan keputusan (The extent of decision making), dimana tipologi ini menggambarkan proses yang berkesinambungan dari pengambilan keputusan menuju kebiasaan. Kedua, dimensi atau proses yang tidak terputus dari keterlibatan pembelian yang tinggi ke yang rendah.
    Empat tipe proses pembelian konsumen terhadap kebutuhan, diantaranya Proses “Complex Decision Making”, Proses “Brand Loyalty”, Proses “Limited Decision Making”, Proses “Inertia”. Keempat tipe proses ini mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan terhadap pembelian kebutuhan pokok untuk memenuhi kebutuhannya sehari – hari.
    Proses Complex Decision Making terjadi bila keterlibatan kepentingan tinggi pada pengambilan keputusan yang terjadi. Contoh, keputusan konsumen saat ingin membeli mobil. Dalam kasus seperti ini, konsumen secara aktif mencari informasi untuk mengevaluasi dan mempertimbangkan pilihan beberapa merek dengan menetapkan kriteria tertentu, seperti hemat bahan bakar, daya tahan tinggi, dan mudah dalam mencari peralatan/suku cadang. Subjek pengambilan keputusan yang komplek adalah sangat penting. Konsep seperti persepsi, sikap, dan pencarian informasi yang relevan untuk pengembangan strategi pemasaran.
    Proses Brand Loyalty terjadi ketika pilihan berulang, konsumen belajar dari pengalaman masa lalu dan membeli merek yang memeberikan kepuasaan dengan sedikit atau tanpa pertimbangan dalam pengambilan keputusan. Contoh pembelian sepatu basket merek nike. Dalam kasus ini, loyalitas merek muncul dari kepuasan pembelian masa lalu. Sehingga konsumen memutuskan untuk tidak perlu mencari informasi dan memutuskan untuk membeli merek yang sama.
    Proses Limited Decision Making Konsumen kadang – kadang mengambil keputusan walaupun sebenarnya tidak memiliki keterlibatan yang tinggi, konsumen hanya memiliki sedikit pengalaman masa lalu terhadap produk tersebut. Pencarian informasi dan evaluasi terhadap pilihan merek lebih terbatas dibandingkan dengan proses pengambilan keputusan yang kompleks.
    Proses Inertia Tingkat kepentingannya terhadap barang rendah dan tidak ada pengambilan keputusan. Dalam hal ini, konsumen memutuskan untuk membeli produk yang sama bukan karena loyalty terhadap produk tersebut tetapi karena keterbatasan waktu yang dimiliki untuk mencari alternatif lain. Proses pencarian informasi pasif terhadap evaluasi dan pemilihan merek


    2. Masalah pokok ekonomi
    Menurut aliran Klasik : aliran ekonomi klasik menyebutkan bahwa ada 3 Masalah Pokok Ekonomi yaitu : Produksi, Distribusi dan Konsumsi. Ketiga aspek ini harus dikelola sedemikian rupa agar tercipta hasil yang maksimal demi kemakmuran masyarakat , sedangkan Menurut aliran Modern : Ekonomi modern mengakomodasikan masalah ekonomi dalam 3 masalah pokok, yaitu barang apa yang di produksi dan berapa jumlahnya (What), bagaimana cara memproduksi (How), dan untuk siapa barang tersebut di produksi (For Whom).

    1.Barang apa dan berapa jumlah barang yang harus diproduksi?(What?) , Karena sumber daya terbatas, masyarakat harus memutuskan barang apa yang akan di produksi (what). Sangat tidak mungkin untuk memproduksi semua jenis benda pemuas kebutuhan. Setelah ditentukan apa yang akan diproduksi, kemudian diputuskan berapa jumlah barang yang harus diproduksi sehingga dapat ditentukan berapa sumber daya yang dibutuhkan untuk proses produksi.

    2.Bagaimana cara memproduksi?(How?) , Masalah dalam hal ini adalah:
    [-] Teknologi atau metode produksi apa yang digunakan untuk memproduksi suatu barang: berapa jumlah tenaga kerja, jenis mesin, serta bahan mentah apa yang akan digunakan.
    [-] Bagaimana mengkombinasikan faktor-faktor produksi yang ada agar berhasil dan berdaya guna.

    3.Untuk Siapa diproduksi ? (For Whom?) , Siapa yang memerlukan barang tersebut dan siapa saja yang menikmati hasilnya. Apakah barang-barang yang diproduksi tersebut akan didistribusikan menurut ukuran pendapatan, kekayaan atau kelompok tersebut di masyarakat .
    Dalam konteks ini, berdasarkan kasus 6 jika ditanyakan manakah yang termasuk masalah what, how dan manakah yang termasuk masalah for whom?

    Maka dapat disimpulkan bahwa What disini adalah permasalahan tentang komoditi apa yang dihasilkan. berhubung pada kasus ini komoditi yang akan dihasilkan adalah jagung yang diperkirakan sebanyak 1 ton maka itulah yang menjadi topic permasalahnya.sedangkan untuk How adalah permasalahan tentang bagaimana menghasilkan komoditi tersebut, yaitu jagung yang tadi diperkirakan sebanyak 1 ton , apakah dengan menggunakan cara tradisional dalam pengolahan tanah, penanaman bibit,perawatan dan memetik hasil (panen), ataukah dengan menggunakan cara modern. lalu untuk permasalahan For whom disini dimaksudkan untuk siapa komoditi tersebut dihasilkan. Komoditi pada kasus ini dihasilkan untuk kemudian dijual kepada para pembeli di pasar-pasar tradisional.


    3. Elastisitas
    A. Elastisitas Harga Permintaan
    Elastisitas harga permintaan mengukur seberapa banyak permintaan barang dan jasa (konsumsi) berubah ketika harganya berubah. Elastisitas permintaan ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang diminta sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
    Koefisien Elastisitas Permintaan
    Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
    Ed = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan harga,
    atau  
    Keterangan :
    ED = Elastisitas permintaan
    Q2 = Kuantitas permintaan setelah perubahan
    Q1 = Kuantitas permintaan awal
    P2 = Harga setelah perubahan
    P1 = Harga awal
    Dalam perhitungan koefisien elastisitas ini, angka minus tidak perlu ditulis karena kita telah mengetahui bahwa antara harga dan permintaan berslope negatif. Artinya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan, dan sebaliknya (hukum permintaan).
    Contoh : Apabila harga es krim naik dari $2 menjadi $2,2 dan jumlah pembelian turun dari 10 batang menjadi
    8 batang, maka elastsitas permintaan dihitung sebagai berikut :
    Koefisien sebesar 2,32 menunjukkan bahwa perubahan harga sebesar 1 persen akan menimbulkan perubahan permintaan sebesar 2,32 %. Elastisitas permintaan memiliki hubungan negatif (arahnya berbalikan), yaitu ketika harga naik permintaan akan turun, vice versa. Jenis-jenis Elastisitas Permintaan ada lima jenis elastisitas permintaan :

    1. Permintaan tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Perubahan harga tidak mempengaruhi jumlah yang diminta. Dengan demikian, kurvanya berbentuk vertikal. Kurva berbentuk vertikal ini berarti bahwa berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas barang/jasa tetap tidak berubah. Contoh barang yang permintaannya tidak elastis sempurna adalah tanah (meskipun harganya naik terus, kuantitas yang tersedia tetap terbatas), lukisan milik pelukis yang telah meninggal (berapapun harga yang ditawar atas lukisan, pelukis tersebut tidak akan mampu menambah kuantitas lukisannya), dan contoh lainnya yang sejenis.
    2. Permintaan tidak elastis : elastisitas < 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan < dari prosentase perubahan harga. Contoh permintaan tidak elastis ini dapat dilihat diantaranya pada produk kebutuhan. Misalnya beras, meskipun harganya naik, orang akan tetap membutuhkan konsumsi beras sebagai makanan pokok. Karenanya, meskipun mungkin dapat dihemat penggunaannya, namun cenderung tidakakan sebesar kenaikan harga yang terjadi. Sebaliknya pula, jika harga beras turun konsumen tidak akan menambah konsumsinya sebesar penurunan harga. Ini karena konsumsi beras memiliki keterbatasan (misalnya rasa kenyang). Contoh lainnya yang sejenis adalah bensin. Jika harga bensin naik, tingkat penurunan penggunaannya biasanya tidak sebesar tingkat kenaikan harganya. Ini karena kita tetap membutuhkan bensin untuk bepergian. Sama halnya, ketika harganya turun, kita juga tidak mungkin bepergian terus menerus demi menikmati penurunan harga tersebut. Karakteristik produk yang seperti ini mengakibatkan permintaan menjadi tidak elastis.
    3. Permintaan uniter elastis : elastisitas = 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan = prosentase perubahan harga. Contoh produk yang elastisitasnya uniter tidak dapat disebutkan secara spesifik. Jenis permintaan ini sebenarnya lebih sebagai pembatas antara permintaan elastis dan tidak elastis, sehingga belum tentu ada produk yang dapat dikatakan memiliki permintaan uniter elastis.
    4. Permintaan elastis : elastisitas > 1. Prosentase perubahan kuantitas permintaan > prosentase perubahan harga. Ini sering terjadi pada produk yang mudah dicari substitusinya. Misalnya saja pakaian, makanan ringan, dan lain sebagainya. Ketika harganya naik, konsumen akan dengan mudah menemukan barang penggantinya.
    5. Permintaan elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Dimana pada suatu harga tertentu pasar sanggup membeli semua barang yang ada di pasar. Namun, kenaikan harga sedikit saja akan menjatuhkan permintaan menjadi 0. Dengan demikian, kurvanya berbentuk horisontal. Contoh produk yang permintaannya bersifat tidak elastis sempurna diantaranya barang/jasa yang bersifat komoditi, yaitu barang/jasa yang memiliki karakteristik dan fungsi sama meskipun dijual di tempat yang berbeda atau diproduksi oleh produsen yang berbeda. Dengan demikian, secara nalar barang/jasa tersebut seharusnya memiliki harga yang sama pula. Misalnya saja paperclip dan pen tinta biasa (seperti pen merek S dan P yang rata-rata berharga 1000-1500). Jika kita pergi ke supermarket untuk membeli paperclip, misalnya, kita cenderung tidak akan memperhatikan perbedaan merek. Satu-satunya yang sering kita jadikan bahan perbandingan adalah harga, dimana kita akan membeli paperclip yang harganya paling murah (atau pada harga rata-rata yang diterima pasar). Akibatnya, bagi perusahaan yang menjual paperclip diatas harga rata-rata, permintaan akan barangnya akan turun ke nol. Ini karena semua paperclip, meskipun harganya berbeda-beda, memberikan fungsi yang sama.
    Faktor Penentu Elastisitas Permintaan
    Ada empat faktor utama dalam menentukan elastisitas permintaan :
    1. Produk substitusi.
    Semakin banyak produk pengganti (substitusi), permintaan akan semakin elastis. Hal ini dikarenakan konsumen dapat dengan mudah berpindah ke produk substitusi jika terjadi kenaikan harga, sehingga permintaan akan produk akan sangat sensitif terhadap perubahan harga.
    2. Prosentase pendapatan yang dibelanjakan.
    Semakin tinggi bagian pendapatan yang digunakan untuk membelanjakan produk tersebut, maka permintaan semakin elastis. Produk yang harganya mahal akan membebani konsumen ketika harganya naik, sehingga konsumen akan mengurangi permintaannya. Sebaliknya pada produk yang harganya murah.
    3. Produk mewah versus kebutuhan.
    Permintaan akan produk kebutuhan cenderung tidak elastis, dimana konsumen sangat membutuhkan produk tersebut dan mungkin sulit mencari substitusinya. Akibatnya, kenaikan harga cenderung tidak menurunkan permintaan. Sebaliknya, permintaan akan produk mewah cenderung elastis, dimana barang mewah bukanlah sebuah kebutuhan dan substitusinya lebih mudah dicari. Akibatnya, kenaikan harga akan menurunkan permintaan.
    4. Jangka waktu permintaan dianalisis.
    Semakin lama jangka waktu permintaan dianalisis, semakin elastis permintaan akan suatu produk. Dalam jangka pendek, kenaikan harga yang terjadi di pasar mungkin belum disadari oleh konsumen, sehingga mereka tetap membeli produk yang biasa dikonsumsi. Dalam jangka panjang, konsumen telah menyadari kenaikan harga, sehingga mereka akan pindah ke produk substitusi yang tersedia. Selain itu, dalam jangka panjang kualitas dan desain produk juga berubah, sehingga lebih mudah menyebabkan konsumen pindah ke produk lain.
    Elastisitas dan Total Penerimaan (penjual/produsen)
    Elastisitas permintaan mempengaruhi total penerimaan yang diterima oleh penjual ataupun produsen. Hubungan keduanya adalah sebagai berikut :
    1. Permintaan tidak elastis sempurna (= 0), perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas yang diminta atas barang. Dengan demikian, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan, vice versa.
    2. Permintaan tidak elastis (< 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta < dari prosentase perubahan harga. Oleh karena itu, kenaikan harga akan meningkatkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
    3. Permintaan uniter elastis (= 1), prosentase perubahan kuantitas = prosentase perubahan harga. Dengan demikian, tidak ada pengaruh terhadap total penerimaan.
    4. Permintaan elastis (> 1), prosentase perubahan kuantitas yang diminta > dari prosentase perubahan harga. Oleh karenanya, kenaikan harga akan menurunkan total penerimaan penjual/produsen, vice versa.
    5. Permintaan elastis sempurna (tak terhingga), kenaikan harga akan menyebabkan permintaan turun jadi 0. Oleh karenanya, kenaikan harga sekecil apapun akan menghilangkan total penerimaan. Sementara penurunan harga akan menurunkan total penerimaan.
    Pembuktian akan hubungan antara hubungan antara elastisitas dan total penerimaan ini dapat disimulasikan sendiri dengan menentukan koefisien elastisitas sebuah produk.
    Elastisitas Permintaan Silang
    Elastisitas permintaan silang mengukur bagaimana perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk mempengaruhi harga produk lainnya. Perhitungannya adalah sebagai berikut :





    Keterangan :
    EA,B = elastisitas silang antara produk A dan B
    P1B = harga awal produk B
    P2B = harga produk B setelah perubahan
    ΔQA = kenaikan permintaan produk A
    Q1A = kuantitas permintaan awal produk A
    Q2A = kuantitas permintaan produk A setelah harga produk B berubah
    ΔPB = kenaikan harga produk B
    Elastisitas silang berhubungan dengan karakteristik kedua produk, yaitu :
    1. Produk substitusi.
    Elastisitas permintaan silang adalah positif, dimana kenaikan harga produk A akan menaikkan permintaan atas produk B. Contoh produk substitusi : minyak tanah dan kayu bakar, makanan ringan yang tersedia dalam berbagai merek, beras berkualitas sama mereak A dan B, dan lain sebagainya.
    2. Produk komplementer.
    Elastisitas permintaan silang adalah negatif , dimana kenaikan harga produk A akan menurunkan permintaan produk B, vice versa. Contoh produk komplementer misalnya bensin dan mobil (mobil tidak dapat digunakan tanpa bensin). Jika harga bensin naik, permintaan akan mobil akan cenderung turun.
    Elastisitas Permintaan Pendapatan (pembeli/konsumen)
    Elastisitas permintaan pendapatan (elastisitas pendapatan) mengukur bagaimana kuantitas permintaan merespon terhadap perubahan pendapatan pembeli. Rumus perhitungannya adalah :
    Elastisitas pendapatan = % perubahan kuantitas diminta / % perubahan pendapatan
    Elastisitas pendapatan ditentukan oleh jenis produk, yaitu :
    1. Produk normal.
    Elastisitas pendapatan adalah positif. Misalnya, permintaan akan produk normal akan meningkat jika pendapatan meningkat. Contoh ekstrimnya adalah beras, dapat digantikan dengan ubi sebagai produk inferiornya.
    2. Produk inferior.
    Elastisitas pendapatan adalah negatif. Misalnya, permintaan akan produk inferior akan menurun jika pendapatan meningkat.
    B. Elastisitas Harga Penawaran
    Elastisitas harga penawaran mengukur seberapa banyak penawaran barang dan jasa berubah ketika harganya berubah. Elastistas harga ditunjukkan dalam bentuk prosentase perubahan atas kuantitas yang ditawarkan sebagai akibat dari satu persen perubahan harga.
    Koefisien Elastisitas Penawaran
    Perhitungan koefisien elastisitas permintaan dengan menggunakan metode mid point adalah sebagai berikut :
    Es = % perubahan kuantitas penawaran / % perubahan harga,

    atau
    Keterangan :
    ES = Elastisitas penawaran
    Q2 = Kuantitas penawaran setelah perubahan
    Q1 = Kuantitas penawaran awal
    P2 = Harga setelah perubahan
    P1 = Harga awal
    Jenis-jenis Elastisitas Penawaran
    Ada lima jenis elastisitas penawaran :
    1. Penawaran tidak elastis sempurna : elastisitas = 0. Penawaran tidak dapat ditambah pada tingkat harga berapapun, sehingga kurva penawaran (S) akan terlihat vertikal.
    2. Penawaran tidak elastis : elastisitas < 1. Perubahan penawaran lebih kecil dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif kecil terhadap penawaran.
    3. Penawaran uniter elastis : elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.
    4. Penawaran elastis : elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.
    5. Penawaran elastis sempurna : elastisitas tak terhingga. Perusahaan dapat menyuplai berarapun kebutuhan pada satu tingkat harga tertentu. Perusahaan mampu menyuplai pada biaya per unit konstan dan tidak ada limit kapasitas produksi.
    Faktor Penentu Elastisitas Penawaran
    Ada dua faktor yang sangat penting dalam menentukan elastisitas penawaran, yaitu :
    1. Kemampuan penjual/produsen merubah jumlah produksi.
    Ini berkaitan dengan biaya dan kapasitas produksi. Penawaran akan cenderung tidak elastis apabila salah satu dari hal-hal berikut terjadi :
    - Biaya produksi untuk menaikkan jumlah penawaran besar. Misalnya jika produksi saat ini telah mencapai skala ekonomis dan biaya rata-rata minimal, maka penambahan satu unit produksi akan menambah biaya rata-rata dan mengakibatkan produksi berada dalam skala tidak ekonomis.
    - Atau kapasitas produksi telah terpakai penuh, sehingga penambahan kapasitas akan memerlukan pabrik/mesin baru, misalnya, yang membutuhkan investasi besar.
    Sementara penawaran akan cenderung elastis jika yang terjadi adalah sebaliknya.

    2. Jangka waktu analisis.
    Pengaruh waktu analisis terhadap elastisitas penawaran dibedakan menjadi tiga :
    - Jangka waktu yang sangat singkat. Pada jangka waktu yang sangat singkat, penjual/produsen tidak dapat menambah penawarannya, sehingga penawaran menjadi tidak elastis sempurna.
    - Jangka pendek. Kapasitas produksi tidak dapat ditambah dalam jangka pendek, namun perusahaan masih dapat menaikkan produksi dengan kapasitas yang tersedia dengan memanfaatkan faktor-faktor produksi yang ada. Hasilnya, penawaran dapat dinaikkan dalam prosentase yang relatif kecil, sehingga penawaran tidak elastis.
    - Jangka panjang. Produksi dan jumlah penawaran barang lebih mudah dinaikkan dalam jangka panjang, sehingga penawaran lebih bersifat elastis.

    3. Stok persediaan.
    Semakin besar persediaan, semakin elastis persediaan. Ini karena produsen dapat segera memenuhi kenaikan permintaan dengan persediaan yang ada.

    4. Kemudahan substitusi faktor produksi/input.
    Semakin tinggi mobilitas mesin (atau kapital lainnya) dan tenaga kerja, semakin elastis penawaran. Semakin elastis mobilitas kapital dan tenaga kerja, semakin mudah produsen memenuhi perubahan permintaan yang terjadi. Ini karena kapital dan tenaga kerja ebih fleksibel, sehingga dapat ditambah atau dikurangi sewaktu-waktu dibutuhkan.


    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Sunday, December 12, 2010

Akhwat....



    Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…
    Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya….
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya…..
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya.
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan.
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah.
    Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…
    Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2.
    ….setelah itu, Si Murid kembali bertanya…


    “Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?”
    Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka.
    Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail & atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun..
    Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati??
    Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihat adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih…


    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery
Sunday, December 5, 2010

Unik from Japan

    1. Di Jepang, angka “4″ dan “9″ tidak disukai, sehingga sering tidak ada nomer kamar “4″ dan “9″. “4″ dibaca “shi” yang sama bunyinya dengan yang berarti “mati”, sedang “9″ dibaca “ku”, yang sama bunyinya dengan yang berarti “kurushii / sengsara”.


    2. Orang Jepang menyukai angka “8″. Harga-harga barang kebanyakan berakhiran “8″. Susu misalnya 198 yen. Tapi karena aturan sekarang ini mengharuskan harga barang yang dicantumkan sudah harus memasukkan pajak, jadi mungkin kebiasaan ini akan hilang. (Pasar = Yaoya = tulisan kanjinya berbunyi happyaku-ya atau toko 800).


    3. Kalau musim panas, sinetron di TV seringkali nampilin hal-hal yang berbau seram (hantu).


    4. Drama detektif di TV, bunyi sirene (kyukyusha) biasanya muncul pada menit-menit awal. Di akhir cerita, sebelum perkelahian mati-matian biasanya penjahat selalu menceritakan semua rahasia kejahatannya.


    5. Cara baca tulisan Jepang ada dua :
    * sama dengan buku berhuruf Roman alphabet, huruf dibaca dari atas ke bawah.
    * yang kedua adalah dari kolom paling kanan ke arah kiri, sehingga bagian depan dan belakang buku berlawanan dengan buku Roman alphabet (halaman muka berada di “bagian belakang”).


    6. Kita (orang Indonesia) dan rekan-rekan dari Asia Tenggara lainnya umumnya kalau memperkenalkan diri (jiko-shokai) sering memulai dengan “minasan, konnichiwa” atau “minasan, konbanwa”. Mungkin ini karena kebiasaan bahasa Indonesia untuk selalu memulai pidato dengan ucapan selamat malam, dsb. Tapi ternyata janggal untuk pendengaran orang Jepang, karena mirip siaran berita di TV. Seharusnya dimulai dengan langsung menyebut nama dan afiliasi. Misalnya “Tanaka ken M1 no Anto desu….dst.”, tidak perlu dengan “Minasan..konnichiwa…”.


    7. Kesulitan pertama yang muncul dalam urusan administratif di Jepang, kalau ditanya nama keluarga anda apa ?, karena kita tidak ada keharusan di Indonesia dan beberapa negara Asia Tenggara untuk mencantumkan family name.


    8. Kalau kita memperoleh undangan yang meminta konfirmasi hadir atau tidak, biasanya kita harus mengirimkan balik kartu pos. Salah satu manner adalah mencoret huruf 御 pada pilihan : 御欠席 /出席. Juga mencoret akhiran 様 pada nama kita yang tercantum sebagai pengirim pada kartupos tersebut. Ini adalah adat Jepang, agar kita selalu rendah hati, yang ditunjukkan dengan menghindari/mencoret 御 dan 様 pada kartu pos balasan.


    9. Kalau kita membubuhkan tanda tangan, kadang akan ditanya orang Jepang : ini bacanya bagaimana ? Kalau di Jepang saat diperlukan tanda tangan (misalnya di paspor, dsb.) umumnya menuliskan nama mereka dalam huruf Kanji, sehingga bisa terbaca dengan jelas. Sedangkan kita biasanya membuat singkatan atau coretan/paraf sedemikian hingga tidak bisa ditiru / dibaca oleh orang lain.


    10. Acara TV di Jepang didominasi oleh masak-memasak.


    11. Fotocopy di Jepang self-service, sedangkan di Indonesia di-service.


    12. Jika naik taxi di Jepang, pintu dibuka dan ditutup oleh supir. Penumpang dilarang membuka dan menutupnya sendiri.


    13. Tanda tangan di Jepang hampir tidak pernah berlaku untuk keperluan formal, melainkan harus memakai cap (hanko/inkan). Jenis hanko di Jepang:
    * jitsu-in, adalah inkan yang dipakai untuk keperluan yang sangat penting, seperti beli rumah, beli mobil, dsb. Jenis ini diregisterkan ke shiyakusho (di patenkan).
    * ginko-in, adalah jenis inkan yang dipakai untuk khusus membuat account di bank. Jenis ini diregisterkan ke bank.
    * mitome-in, dipakai untuk keperluan sehari-hari dan tidak diregisterkan.
    Jadi satu orang kadang memiliki beberapa jenis inkan, untuk berbagai keperluan.


    14. Naik sepeda tidak boleh boncengan (kecuali memboncengkan anak-anak).(道路交通法57条第2項 規則9条 乗車人員制限違反 --> sepeda tidak boleh dipakai boncengan, kecuali yang memboncengkannya berusia lebih dari 16 tahun dan anak yang diboncengkan berusia kurang dari satu tahun dan hanya seorang saja yang diboncengkan. Bila dilanggar, dendanya maksimal 20 ribu yen.

    15. Ajakan makan bersama belum tentu berarti anda ditraktir, tapi bisa jadi bayar sendiri-sendiri.

    16. Di Jepang sulit mencari mesin ketik.


    17. Pernah nggak melihat cara orang Jepang menghitung “satu”, “dua”, “tiga”,…. dengan jari tangannya ? Kalau rekan-rekan perhatikan, ada perbedaan dengan kebiasaan orang Indonesia. Orang Indonesia umumnya mulai dari tangan dikepal dan saat menghitung “satu”, jari kelingking ditegakkan. Menghitung “dua”, jari manis ditegakkan, dst. Kalau orang Jepang, setahu saya, kebalikannya. Mereka selalu mulai dari telapak tangan terbuka, dan cara menghitungnya kebalikan orang Indonesia. Saat bilang “satu”, maka jarinya akan ditekuk/ditutupkan ke telapak tangan. Misalnya Nggak percaya ? Coba deh…jikken dengan teman Jepang anda.

    18. Cara menulis angka : 7 (tujuh). Kebiasaan orang Indonesia selalu menambahkan coret kecil di kaki angka 7 (mirip huruf “NU” katakana : ヌ). Di Jepang selalu dididik menulis 7 persis seperti huruf ketik (tanpa coretan nya orang Indonesia), jadi mirip huruf katakana “FU” (フ) atau “WA” (ワ).
    Source URL: http://demilovatoos.blogspot.com/search/label/Pengetahuan
    Visit demi lovato 2011 for daily updated Demi Lovato Gallery

Popular Posts